Jumat, 25 Januari 2013

Wireless LAN

Diposting oleh ulfa izzati di 08.55 0 komentar

4.1 Pengertian Wireless LAN
Wireless merupakan teknologi yang bertujuan untuk menggantikan kabel yang menghubungkan terminal komputer dengan jaringan, dengan begitu computer dapat berpindah dengan bebas dan tetap dapat berkomunikasi dalam jaringan dengan  kecepatan transmisi yang memadai. Wireless LAN distandarisasi oleh IEEE dengan kode 802.II b yang bertujuan untuk menyamakan semua teknologi nirkabel yang digunakan dibidang computer dan untuk menjamin interoperabilitas antara semua product –product yang menggunakan standar ini.

LAN (Local Area Network) yang biasa kita kenal merupakan suatu jaringan yang menghubungkan (interkoneksi) suatu komunitas Data Terminal Equipment (DTE) yang ditempatkan dalam suatu lokasi  (gedung atau grup). Umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel baik kabel twisted pair maupun coaxial,  biasa juga disebut dengan wired LAN.

Di samping itu ada LAN yang dikembangkan dengan menggunakan medium gelombang radio atau cahaya. Keuntungannya adalah biaya instalasi yang lebih murah dibandingkan dengan wired LAN, karena tidak dibutuhkan instalasi kabel yang terlalu besar khususnya untuk sub lokasi/sub grup yang agak jauh. Pertimbangan kedua adalah karena wireless LAN ini cocok untuk unit-unit DTE yang portabel dan bersifat mobil.

4.2 Teknologi Wireless
Teknologi wireless adalah teknologi yang tidak menggunakan kabel atau biasa yang disebut nirkabel. Sebagai contoh saat anda mengganti channel tv menggunakan remote control, bukankah alat ini tidak menggunakan kabel yang dihubungkan secara langsung ke pesawat televisi, tetapi anda tetap bisa menganti-ganti stasiun televisi hanya dengan menekan nomor pada remote control tersebut. Teknologi wireless menggunakan udara sebagai meddia transmisi atau perantara untuk melakukan pertukaran data. Meskipun demikian tetap ada batasan jarak tertentu seberapa jauh peralatan yang menggunakan teknologi wireless dapat saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Infra red atau IrDa (Infra Red Data Access) dan bluetooth yang biasanya dijadikan sebagai feature pada perangkat ponsel adaah salah satu contoh teknologi wireless dengan jangkauan jarak tidak terlalu jauh. Karena mampu menggantikan keberadaaan kabel, teknologi wireless juga dapat diterapkan pada sebuah jaringan komputer konvensional yang biasanya menggunakan kabel UTP. Dalam hal ini kita mengenal Wireless Local Area Network (WLAN). Penggunaan teknologi wireless tidak hanya diterapkan pada dunia komputer saja, tetapi juga pada bidang-bidang lain seperti bidang telekomunikasi. Mungkin anda sudah tidak asing dengan kata GSM, CDMA, GPRS, EDGE, WCDMA, atau HSDPA pada ponsel atau PDA yang kesemuanya hadir untuk menggantikan peran kabel pada pesawat telepon PSTN dirumah anda. Kaidah atau aturan untuk menghubungkan unsur-unsur penyusun jaringan atau dikenal dengan istilah topologi pada jaringan wireless terdiri atas: * Topologi Ad-Hoc Dalam topologi ini komputer dihubungkan secara langsung tanpa melalui perantara atau lebih mudahnya topologi ini mirip dengan model koneksi peer to perr pada jaringan konvensional. * Topologi Infrastruktur Komunikasi antar client anggota jaringan dalam topologi ini dijembatani oleh alat yang bernama access point.




sumber :


Application Layer

Diposting oleh ulfa izzati di 08.48 0 komentar

1.1 Pengertian Application Layer
Application Layer merupakan layer teratas dari standar TCP/IP maupun OSI. Namun pada layer Aplikasi pada TCP/IP dibagi menjadi tiga layer oleh OSI, yaitu layer Sesi, Presentasi dan Aplikasi. Secara umum layer aplikasi pada TCP/IP bertanggung jawab pada aplikasi yang digunakan pada jaringan (software). Namun fungsi ini dapat dikategorikan seperti yang telah dilakukan oleh badan ISO pada standar OSI.
 Application layer, berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.

1.2 Service Application Layer (HTTP,DNS dan SMTP).
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).
Fungsi HTTP adala untuk menjawab antara client dan server dan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh (biasanya port 80).
DNS (DNS (Domain Name System)
Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers .
Fungsi DNS diantaranya :
  • menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis.
  • data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
  • address/name translation
  • DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server
  • transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
            SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet.
Menggunakan TCP, port 25.

Fungsi SMTP adalah untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke email server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang email antara server-server SMTP. 



 sumber :
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/download.php?file=Application%20Layer.pdf

ROUTING

Diposting oleh ulfa izzati di 08.45 0 komentar

2.1 Pengertian Routing
Routing adalah proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
·                        Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
·                   Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.

2.2 Static Routing Protokol
Static routing adalah di mana seorang administrator melakukan routing secara manual. Mendefenisikan setiap network yang akan dihubungkan pada router-router yang akan digunakan.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
 - Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
 - Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
 - Routing statis digunakan untuk melewatkanpaket data.

Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah
sebagai berikut:
- Langkah 1 : tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
- Langkah 2 : masuk ke mode global configuration.
- Langkah 3 : ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1.
Sedangkan untuk administrative distance bersifat tambahan, boleh
digunakan boleh tidak.
- Langkah 4 : ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah 1.
- Langkah 5 : keluar dai mode global configuration.
- Langkah 6 : gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.

2.3 Dinamic Ruoting Protokol
            Dinamic Ruoting Protokol adalah dimana administrator hanya melakukan sedikit konfigurasi (bisa dikatakan hanya mengaktifkan rule dinamic routing) pada setiap router yang akan dikomunikasikan, dan untuk kemudian router-router tersebut otomatis akan mendefenisikan network-network yang terhubung.
Beberapa kelebihan dan kekurangan dari static dan dinamic routing adalah sebagai berikut.
   1. Konfigurasi static routing memiliki kompleksitas yang bergantung pada jumlah network yang terhubung, sedangkan dinamic routing tidak, baik besar maupun kecil jumlah network yang akan dihubungkan, konfigurasi pada dinamic routing tetap sederhana.
   2. Jika terjadi pengubahan topologi, maka konfigurasi pada static routing (routing table) harus ditambah, dikurangi atau bahkan harus diubah keseluruhan, sedangkan pada dinamic routing tidak perlu adanya pengubahan pada konfigurasi routing (routing table).
    3. Static routing biasa digunakan pada jaringan dengan skala menengah kebawah, sedangkan dinamic routing biasa digunakan untuk jaringan sekala besar.
   4. Static routing memiliki tingkat keamanan yang baik, sedangkan dinamic routing tidak, karena jika ada seseorang yang menambakan sebuah router di dalam jaringan tersebut, maka router tersebut akan bisa langsung terkoneksi, dan hal itu bisa berbahaya.
   5. Static routing menggunakan sumber daya yang sedikit, baik itu processor, memori, maupun bandwidth, sedangkan dinamic routing menggunakan sumber daya lebih banyak.



       sumber :

        nic.unud.ac.id/~lie_jasa/Routing%20(Kelompok%20IX).pdf
http://kurniawanadam.wordpress.com/2011/07/27/konfigurasi-static-dan-dinamic-routing-menggunakan-protokol-eigrp-pada-router-cisco/
 

CELOTEH ULFA Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos